DECISION MAKING SECARA EFEKTIF DALAM DIGITAL MARKETING

Decision Making itu maksudnya apa sih? Halo, perkenalkan saya Abigail Aurellia, Digital Marketing Specialist Junior dari Ikuti DM. Saya akan membahas topik mengenai Decision Making secara efektif. Memangnya harus efektif biar apa? Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu dihadapkan dengan pilihan-pilihan, mulai dari yang sederhana seperti baju yang akan dipakai hingga pilihan dalam pekerjaan yang akan melibatkan banyak aspek dan menyimpan long-term effect.

Dalam hal digital marketing, satu keputusan yang salah akan memberikan dampak yang besar terhadap bisnis yang akan dijalani kedepannya, decision making akan membantu setiap pribadi untuk mengambil keputusan yang tepat dengan waktu yang efektif.  

Maka dari itu, dalam Ikuti Digital Marketing, kami menerapkan beberapa tehnik dalam pengambilan keputusan yang membuat keputusan itu efektif. Penting dalam mengambil keputusan untuk membedakan keputusan itu dalam beberapa tipe, yaitu:

  • Emosional
    Hal ini digunakan untuk keputusan sederhana tanpa konsekuensi jangka panjang.
  • Intuitif
    Sering diketahui sebagai ‘firasat’ dan digunakan untuk keputusan secara cepat atau yang pernah terjadi di masa lalu. 
  • Rasional
    Pemilihan berdasarkan bukti nyata, melibatkan konsekuensi jangka panjang.  

Proses pengambilan keputusan yang ideal akan melibatkan ketiga tipe ini. 

Meskipun idealnya adalah setiap keputusan melibatkan ketiga tipe ini. Mengapa ketiganya? Karena dalam setiap situasi tidak akan sepenuhnya hanya membutuhkan atu tipe, dimana ketikanya dapat mengambil peran untuk mengisi pilihan keputusan dengan lebih tepat.

Decision Making

            Banyak orang terjatuh kepada kesalahan yang sama dalam mengambil keputusan, maka dari itu mengetahui kesalahan yang biasa dilakukan akan membantu seseorang dalam menghindarinya.

  1. Anchoring, menjadikan informasi pertama sebagai patokan adalah BIG NO. Dalam mengambil keputusan, setiap informasi yang didapatkan sama-sama penting dalam membantu mengambil keputusan.
  2. Status Quo, menjadikan situasi yang sedang dialami sebagai fokus utama dimana hal ini akan menjadi jebakan sendiri bagi pembuat keputusan.
  3. Sunk Cost, keputusan yang dibuat untuk memperbaiki kesalahan yang ada sebelumnya, hal ini akan merembet ke masa depan dimana berpotensi untuk mempengaruhi tujuan yang akan dicapai.
  4. Confirmation Bias, keputusan yang dibuat dengan opini yang sudah dimiliki sejak lama dan mencari informasi untuk mengkonfirmasi opini tersebut.
  5. Overconfidence, menjadi terlalu percaya diri dengan situasi dan opini sendiri membuat seseorang untuk gagal dalam belajar dari kesalahan yang telah dibuat.

Pengambilan keputusan akan selalu melalui proses yang sama setiap kalinya sehingga patut dipelajari bahwa pengambilan keputusan yang baik akan melibatkan lima langkah, yaitu, outline tujuan, pengumpulan informasi dan data, konsekuensi ke depannya, dampak dari setiap kemungkinan, dan proses yang masih berjalan. Dan terakhir, hal yang tidak boleh dilupakan adalah mengevaluasi pilihan yang telah dibuat sebagai sebuah informasi ketika diposisikan dalam situasi yang serupa.