Cara Mudah Menentukan Budget Digital Marketing?

Ini adalah pertanyaan yang paling sering diajukan kepada saya. Kalau kita mau melakukan Digital Marketing, berapa budget nya? Apakah balik modal? Lalu bagaimana menentukan budget digital marketing yang tepat dan efisien?

Jawaban nya adalah: Matematika.

“Oh TIDAK!”, saya yakin banyak dari pembaca menyerukan kata2 ini. Tenang, bukan matematika yang sulit koq. Sebelumnya, saya akan bahas dulu mengenai CLV agar kita dapat menghitung budget digital marketing secara mudah.

So, apa itu Customer Lifetime Value (CLV)? Secara simple, CLV adalah perhitungan yang melibatkan tipe2 customer anda, dan memperkirakan kira2 berapa banyak keuntungan yang anda dapatkan dari kustomer tersebut.

Mengetahui CLV memberikan keuntungan bagi bisnis kita untuk memfokuskan produk/jasa bisnis kita kepada customer jenis tertentu, serta membantu kita memutuskan berapa biaya yang kita keluarkan agar merka terikat dan terus menerus menjadi customer kita.

Pelanggan loyal, dapat nya bagaimana?

Supaya kita mudah mengerti, mari kita belajar dari satu contoh kasus. Anggap saja ada mbak2 yang namanya Juleha, dan dia memiliki sebuah bisnis katering kantoran. Ada 3 variabel yang harus diperhitungkan oeh Juleha:

  1. Rata2 jumlah pesanan dilakukan tiap customer per Bulan
  2. Rata2 keuntungan tiap transaksi
  3. Rata2 langganan berapa lama.

Setelah mengecek data yang ada, Juleha mendapatkan nilai2 berikut ini:

  1. Rata2 Jumlah Pesanan dilakukan tiap Customer per Bulan : 2x
  2. Rata2 Keuntungan tiap Transaksi: Rp. 200.000
  3. Rata2 langganan berapa lama: 3 bulan

Setelah mendapatkan angka2 tersebut, Juleha menghitung CLV dengan rumus: variabel 1 * variabel 2 * variabel 3. Dengan demikian, begini hasilnya:

CLV = 2 * Rp. 200.000,- * 3
CLV = Rp. 1.200.000,-

Nah dengan CLV yang didapatkan, Juleha memiliki 2 hal yang bisa dilakukan:

  1. Menggunakan CLV tersebut agar customer yang ada melanggan lebih lama dari 3 bulan, dan
  2. Mentargetkan pelanggan-pelanggan baru.

Oke. Istirahat dlu ya, iklan dulu wkwk.

Nah sekarang, coba kita cek kalau Juleha pilih no. 1, supaya customer bisa melanggan lebih dari 3 bulan. Setelah berpikir, Juleha menemukan salah satu cara yaitu memberikan cashback untuk kantor2 yang melakukan pembelian di bulan kedua dan ketiga.

Kalau Juleha pilih no. 2, ternyata budget CLV tersebut dapat digunakan untuk mendapatkan customer2 baru. Saat ini, mbak Juleha memiliki 3 channel marketing untuk mendatangkan customer baru:

  • Media Sosial – (kantor2 kecil & perorangan)
  • Search Engine & Website – (kantor besar)
  • Offline (mulut ke mulut dan brosur) – (perorangan)

Untuk mengetahui channel mana yang paling menguntungkan, Juleha mulai menghitung ulang menggunakan rumus CLV di atas untuk setiap channel. Ternyata, setelah dihitung2, CLV paling besar didapatkan dari Media Sosial. Walaupun omset dari mereka kecil, namun ternyata profitnya jauh melebihi 2 channel lainnya.

Dengan demikian, Juleha mengetahui channel digital marketing mana yang paling menguntungkan, serta mulai memfokuskan budget digital marketing di media sosial. Dari hitungan CLV tersebut pula, Juleha mengetahui bahwa ternyata market utama produk katering nya adalah kantor2 kecil dan perorangan.

Target yang efektif!

Dengan menghitung CLV di bisnis kita, ternyata kita mampu untuk menemukan target market yang tepat dan menentukan channel mana yang paling efektif untuk digital marketing. Demikianlah blog saya kali ini. Tetap semangat!