Panen Spaghetti : berita baik dari Inggris yang ternyata HOAX belaka.

Panen Spaghetti di Inggris

Pada masa pandemi COVID-19 ini, publik kembali dikejutkan dengan adanya teknik baru dalam membuat spaghetti. Carl Jenkinson, salah seorang peneliti yang bekerja di perkebunan Bradsburry di Inggris, melaporkan bahwa ia beserta beberapa rekannya berhasil mengembangkan teknik terbaru membuat bahan baku spaghetti.

“Awalnya, sungguh sulit dipercaya bahwa teknik modifikasi gen tumbuhan Laburnum anagyroides (biasa disebut tumbuhan “golden rain” oleh masyarakat awam – red) ini ternyata mampu menghasilkan spaghetti dalam jumlah banyak. Setelah kami hitung, proses pembuatan bahan baku spaghetti seperti ini membutuhkan biaya yang jauh lebih murah dari biasanya.”

Perkebunan Bradsburry sendiri adalah salah satu perkebunan tertua di Inggris yang telah berdiri sejak tahun 1875. Fokus dari perkebunan ini adalah mengembangkan tanaman yang sudah ada untuk menjadi alternatif makanan pokok manusia. Panen spaghetti ini menjadi salah satu berita baik untuk kita semua di tengah situasi pandemi COVID-19 ini, yang tentunya berpengaruh besar dalam perkembangan dunia pangan saat ini.

Tom Hardy, professor bio-teknologi dari Stanford University mengatakan bahwa spaghetti yang dipanen dari tumbuhan Golden Rain memiliki kandungan protein dan vitamin yang lebih tinggi sebesar 57,21% daripada spaghetti biasa.

“Luar biasa, ini sebuah penemuan yang menakjubkan. Dengan harga produksi yang jauh lebih murah, ternyata spaghetti varian ini jauh lebih bervitamin, terutama untuk mereka yang senang masakan spaghetti namun menginginkan tubuh yang tetap sehat dan fit. Penemuan ini merupakan terobosan yang extraordinary dalam dunia bio-teknologi!”

Beliau juga menyebutkan, ia beserta rekan-rekan nya akan mendiskusikan nama ilmiah untuk spaghetti varian terbaru ini. “Kami akan segera memberi tahu media massa setelah kami selesai berdiskusi”.

Coba perhatikan berita hoax di atas. Supaya mudah dipercaya, berita tersebut mengandung beberapa unsur:

  1. Pernyataan dari “ahli/experts”
    Secara psikologis, manusia akan lebih mempercayai pernyataan dari seorang expert. Hal ini bukan sesuatu yang buruk, malah seharusnya memang seperti itu. Tapi ternyata hal ini dimanfaatkan oleh banyak produsen berita hoax. Mereka mengarang sebuah nama yang asing, ditambahi gelar/keterangan kemudian sebuah pernyataan hoax. Kalau kita malas cek, ya jadinya gampang percaya.
  2. Memakai istilah yang asing
    Dengan memakai istilah yang asing di telinga kita, kesannya berita tersebut seakan-akan jadi sebuah kebenaran. Padahal belum tentu lho… Kalau kita semua mengecek, tumbuhan Golden Rain yang dimaksud di atas itu bentuknya jauh berbeda dari foto. Sekali lagi, harus rajin cek.
  3. Relevansi dengan keadaan sekarang
    Di tengah situasi pandemi COVID-19 seperti sekarang, berita baik memang harus disebarkan. Tapi hal utama yang terpenting adalah kredibilitas sebuah berita. Dalam berita hoax di atas, kita menemui 2 kalimat yang menggambarkan relevansi dengan keadaan pandemi COVID-19. Tujuannya apa? Supaya hoax ini lebih mudah diterima dong, karena kesannya relevan.

Jadi apa yang harus kita lakukan untuk menghindari hoax?

  • Asumsikan bahwa semua berita yang anda baca/dengar BELUM TENTU benar, lalu lanjutkan ke langkah no. 2
  • Biasanya, sebuah berita yang benar akan dikutip berbagai media massa yang kredibel. Nah yang menjadi masalah, secara psikologis banyak dari kita yang ingin menjadi “pionir” berita seakan2 kita paling update, sehingga kita asal share. HENTIKAN! Jangan peliharan mentalitas seperti itu. Ada pepatah bilang “lebih baik lambat dalam mendengar daripada cepat dalam berbicara.”
  • Sebuah foto/video BUKANLAH BUKTI dari berita. Cara mengecek berita hoax/bukan akan saya bahas di seksi selanjutnya.

Beberapa teknik melakukan cek apakah sebuah berita hoax / bukan:

  • Lakukan pencarian simple di google. Gunakan kata kunci yang disebutkan dalam berita tersebut.
  • Gunakan Google Image Search, upload gambar/screenshot dari video tersebut. Kalau hoax, biasanya berita asli akan ditemukan dari situ.
  • Bila berita hoax tersebut menyebutkan sebuah perusahaan/nama, silahkan cek langsung orang/badan yang disebutkan melalui media sosial mereka. Biasanya akan ada verifikasi dari yang bersangkutan.
  • Di Indonesia, ada website untuk cek berita hoax. Antara lain: cekfakta.com, stophoax.id, turnbackhoax.id, liputan6.com/cek-fakta. HARUS RAJIN mengecek ya!

hoax, digital marketing, digital mkt, jasa digital marketing, cara cek berita hoax, panen spaghetti, ikuti digital marketing, ikuti dm, daniel sastraamidjaja